Profesi Software Engineering

seProfesi seorang Software Engineering, cerita singkat sebelum terbentuknya profesi software engineering. Seiring dengan perkembangan jaman maka kemajuan teknologi pun terus berkembang, bahkan lebih pesat dibanding pertumbuhan penduduk yang sekarang 230,6 juta jiwa untuk tahun 2009[i]. Teknologi sudah sering sekali kita dengar bahasa ini dan sering kita sangkut pautkan dengan istilah Rekayasa perangkat lunak yang telah berkembang sejak pertama kali diciptakan pada tahun 1940-an hingga kini. Fokus utama pengembangannya adalah untuk mengembangkan praktek dan teknologi untuk meningkatkan produktivitas para praktisi pengembang perangkat lunak dan kualitas aplikasi yang dapat digunakan oleh pemakai. Sedangkan istilah untuk Software Engineering digunakan pertama kali pada akhir tahun 1950-an dan awal 1960-an. Saat itu masih terdapat debat tajam mengenai aspek enggineering dari pengembangan perangkat lunak, pada tahun 1968 dan 1969 komite sains NATO mensponsori dua konferensi tentang rekayasa perangkat lunak, yang memberikan dampak kuat terhadap perkembangan rekayasa perangkat lunak. Banyak yang menganggap bahwa dua konferensi inilah yang menandai awal resmi profesi rekayasa perangkat lunak.

Sebuah profesi, mungkin sebagian besar orang akan sangat senang jika memiliki sebuah profesi atau pekerjaan yang sangat baik, beberapa contoh seperti profesi sebagai dosen, profesi sebagai juru masak, profesi sebagai pedagang dan masih banyak lagi profesi yang kita kenal. Dari sekian banyak profesi, profesi mana sih yang sangat menguntungkan? Dalam ilmukomputer.com saya membaca mengenai judul software engineer sebagai sebuah profesi, ternyata sebagaian warga indonesia merupakan orang terkaya di indonesia salah satunya ada nama Aburizal Bakri, Sukanto Tanoto dan sebagainya. Sedangkan di Amerika kita kenal Bill Gates, Paul Allen, Larry Ellison dan sebagainya. Apa yang membedakan antara orang terkaya di indonesia dengan orang terkaya di Amerika ? perbedaannya yaitu : orang terkaya di Indonesia sebagian besar karena berbisnis yang berhubungan dengan Sumber Daya Alam, sedangkan sebagian besar orang Amerika berbisnis dengan Knowledge Capital atau berbasis pengetahuan.

Dapat kita tarik kesimpulan, kalau berbisnis dengan Sumber Daya Alam maka waktu atau masa yang ada tidaklah panjang, kenapa ? karena SDA sedikit demi sedikit akan habis, berbeda dengan pengetahuan.

Software Engineer adalah sebuah profesi dan peluang baru yang harus ada di indonesia, di Amerika profesi sebagai Software Engineer mampu mengalahkan profesi university profesor, financial adviser dan human-resources manager. Jadi cukup membuat kita harus lebih cerdas lagi melihat profesi ini.

Setelah kita tahu tentang sejarah asal muasal software Engineering, maka kita akan tahu bahwa software engineering merupakan sebuah disiplin ilmu yang baru, pekerjaan yang berhubungan dengannya akhirnya mengkristal menjadi suatu profesi unik yang sangat di cita-citakan para mahasiswa jurusan computing di berbagai belahan dunia yaitu profesi sebagai Software Engineer.

Bagaimana profesi ini akan berjalan dengan baik ?, tentunya harus saling bekerjasama antar satu pihak dengan pihak yang lainnya. Dalam ilmukomputer.com ada 5 point yang dapat membantu untuk masalah ini yaitu :

1. Memperbaiki kurikulum pendidikan jurusan computing, khususnya  bidang Software Engineering termasuk untuk development  technique, standard methodology, certification, management, dan entrepreneurship

2.  Keterlibatan pemerintah diperlukan dalam membuat pipa antara software developer dan pasar, juga masalah kebijakan proteksi ke perusahaan software lokal

3. Mengarahkan SDM software engineer kita untuk memiliki keunggulan defacto (kreatifitas) dan keunggulan dejure (degree) sekaligus, dalam level sesuai dengan kemampuan yang bisa diraih

4. Membina para spesialis software engineer kita untuk menjadi seorang versatilist, karena Gartner Group memperkirakan dalam laporan khususnya bahwa dalam tahun 2010, pasar IT dunia akan dikuasai oleh para versatilist, yang menggerus 40% lapangan kerja spesialis

5.  Manfaatkan Internet sebagai alat softmarketing, personal branding dan knowledge sharing.


[i] http://akuinginhijau.org/2009/03/24/indonesia-harus-mengerem-laju-pertumbuhan-penduduk/

Daftar Pustaka

http://www.geocities.com/hermanjul/SEProf.htm

http://www.migrasi.com/ahli-it_frame.html

http://ilmukomputer.com