Pengembangan Diri

Hari ini benar-benar kita melakukan pengembangan diri, selain pelatihan ilmu komputer kami juga mengikuti pelatihan dibidang bahasa inggris.

amik bsi jakarta mengadakan pelatihan bahasa inggris selama 4 hari, dimana dari hari pertama sampai ke empat kami membahas tentang ilmu bahasa inggris dimulai dari reading dan listening.

pelatihan bahasa inggris

Mulai Yuk Nak (mengajak menulis)

Semangat  nak, kamu sekarang sudah lulus. Selamat Menjalani aktifitas barumu didunia luar sana, sebelum benar-benar memutuskan dunia pendidikan ini, saya ingin mengajakmu untuk memberikan sedikit tulisanmu untuk mengembangkan tulisanmu agar tulisanmu dapat bermanfaat untuk orang banyak.

Membuat sebuah aplikasi amatlah sangat rumit, karena kita harus melakukan beberapa tahapan terlebih dahulu, dalam hal ini kami menggunakan metode waterfall, atau model sekuensial linier merupakan metode yang paling sering digunakan, karena pengerjaan sistemnya dilakukan secara berurutan dan terstruktur.

Berikut merupakan tahapan-tahapan pengembangan model Waterfall :
1) Analisa Kebutuhan Software
Tahapan ini merupakan langkah awal dalam pengembangan sistem yang akan dirancang.
Pada tahap ini, penulis menganalisa kebutuhan pemakai sistem perangkat lunak (user), dimulai dari dokumen – dokumen pada transaksi penjualan dan pembelian yang didapat hingga tampilan antarmuka (interface) yang diperlukan, serta mengembangkan kebutuhan
user atas dasar informasi yang bersumber pada PT. Aneka Sistim Informasi.
2) Desain
Dalam tahap desain ini, dilakukan perancangan basis data menggunakan normalisasi
sebagai perangkat desain database.
3)Code Generation
Desain yang sebelumnya telah dibuat akan diterjemahkan ke dalam suatu bentuk yang
dimengerti oleh mesin, yaitu menggunakan bahasa pemrograman komputer. Di dalam aplikasi, penulis menggunakan jenis pengkodean pemrograman terstruktur.
4) Testing
Pembahasan mengenai pengujian sistem disini akan dibuat dengan menggunakan metode
blackbox testing.
5) Support atau Maintenance
Proses pemeliharaan (maintenance) ini merupakan tahapan akhir dari siklus pengembangan dan dilakukan setelah perangkat lunak diimplementasikan.
Untuk informasi lengkap, silakan dibaca bagian ini :
Menulis dengan hati, dan menulis dengan ilmu

Sentuh Mereka Dengan Hati

mahasiswaKemarin tepatnya hari Senin, 14 Maret 2016 adalah hari pertama masuk perkuliahan di AMIK BSI.

13.45 adalah waktunya tidur siang, karena jadwal jam seperti ini adalah waktu-waktu yang sangat riskan, masuklah saya dan beberapa mahasiswa. ada yang aneh saat saya pertama kali melihat, kenapa mahasiswa ini begitu cuek, begitu bebas (atitude sedikit kurang), saat itu yang ada dibenak saya adalah bagaimana saya merubah mereka, bagaimana biar saya bisa nyaman mengajar mereka dan bagaimana biar kelas ini jadi kelas idaman dan banyak fikiran-fikiran yang ada dikepala untuk kelas ini, sejenak saya terdiam sambil memperhatikan tingkah laku mereka, saya pelajari karakter mereka, saya diamkan 15 menit sampai saya bisa berkata “ya”.

Dan akhirnya sayapun mulai menarik nafas dan bissmillah, seperti agenda-agenda saya terlebih dahulu yaitu sebelum memulai sebuah materi saya biasakan untuk berkenalan dengan mahasiswa, memberitahukan maksud dan tujuan matakuliah yang akan saya sampaikan, dan apa keuntungannya. Sampai akhirnya saya memasukan motivasi dan memasukan semangat dari sugesti yang akan mereka ciptakan, karena sugesti dari merekalah yang menentukan kelas mereka termasuk kelas seperti apa.

Saya katakan, jika anda bersugesti bahwa kelas anda adalah kelas buntut, atau kelas orang-orang pilihan (ipk rendah, kelas buangan) maka akan terciptalah kesan sesuai sugesti anda. dan sayapun memulai mencuci otak mahasiswa, bahwa semua orang itu pada dasarnya pintar, pada dasarnya baik tapi tergantung bagaimana sugesti yang mereka tanamkan dalam diri mereka.

Setelah selesai saya memberikan arahan, diskusi dan motivasi ternyata mereka butuh penyenggah, mereka butuh dosen yang mengerti kondisi mereka, dan mereka butuh bantuan untuk membangkitkan semangat mereka. Dan mulai dari situlah saya banyak belajar tentang mereka, mahasiswa bandel, mahasiswa selengean, mahasiswa kurang sopan ternyata dapat kita luruskan dan dapat kita bentuk menjadi baik yaitu dengan menyentuh hati mereka, dekati mereka dengan hati karena mendekati dengan hati sangatlah mudah, sangatlah membantu dosen untuk bisa mengarahkan mahasiswa.

Dosen adalah orang tua mahasiswa di kampus, yang ucapannya adalah doa, tingkah lakunya adalah contoh untuk mahasiswa. Mahasiswa adalah anak didik kita yang selalu mendoakan kita. Doa dari mahasiswa tergantung dari perlakuan dosen itu sendiri. Jadi anggaplah mahasiswa adalah anak sendiri dan sentuhlah mereka dengan hati.

 

Ketika semua sudah dilakukan

Pada kenyataan hidup ini, manusia inginnya lebih dan lebih tapi apa yang sudah kita usahakan untuk keinginan itu?

Semua keinginan harus ada target dan tujuan, ketika semua sudah dilakukan mungkin kita hanya tinggal menunggu

Mungkin Allah sedang menyiapkannya, tapi kita tidak tahu kapan akan diberikan

Ketika semua sudah dilakukan, hanya pasrah dan memohon kebaikan dari sang maha Pencipta.

*renungan pagi

Keputusan Itu

Tepatnya kurang lebih 4 bulan lalu…tanggal 21 Mei 2015 hari kamis pagi di rumah sakit Tri Mitra Cibinong Bogor.

Dokter sudah tidak bisa mengatakan kalau kehamilan saya yang kedua ini dapat dilakukan dengan normal karena kondisi baby belum masuk panggul sedangkan sudah mulai kontraksi atau perut kencang. Dan saat itupun dokter mengucapkan suatu ajakan kepada kami,

Dokter : “Bagaimana bu, sudah tidak bisa dipaksakan lagi karena kondisi baby belum masuk panggul juga, kita secar sekarang juga bisa”.

Dengan rasa kaget saya dan suami pun berkata : “haaah sekarang dok ?”, fyuhhhh melepas nafas dan mengusap keringat, “waduh dok..sekarang, saya belum siap dok, besok aja ya dok”,

Dokter : “ya sudah besok kita operasi ya bu, saya sarankan ibu datang jam 8 atau 9 pagi nanti jadwalnya habis zuhur kita operasi.

Campur aduk semua perasaan, saya gak ingin kelahiran anak pertama terulang, pengalaman normal dan akhirnya cesar juga plus asi tidak lancar, akhirnya saya dan suami putuskan untuk ikhlas menjalaninya.

Aktifitas pagi 22 Mei 2015 lain dari hari-hari sebelumnya, semua badan saya bersihkan dari ujung kaki sampai ujung rambut, perbekalan menginap semua sudah rapih sampai pakaian baby pun sudah saya siapkan, perbekalan makan dan minum bahkan baju anak pertama sayapun sudah saya siapkan, dan saya hanya bisa pasrah sama Allah, jikalau takdir mengatakan lain insyaallah saya siap, karena meninggal dalam keadaan melahirkan adalah sebuah jalan jihad.

Tepat pagi jam 9 kami sekeluargapun berangkat, memesan kamar dan melakukan beberapa tindakan mulai dari cek alergi obat, pasang selang untuk pipis, dan tindakan lainnya. diruang tunggupun saya suami dan anak saya ngobrol apa saja, saya sholat zuhur dan berdoa kepada allah untuk memberikan kelancaran operasi dan kesehatan untuk saya dan sang buah hati, serta saya pasrahkan semuanya kepada Allah.

Diruang operasi semua dokter dan tim medis lainnya pun breafing untuk operasi saya tepatnya jam 13.00, dan mulailah operasi dilakukan, tindakan pembiusan melalui tulang belakang, dan terjadilah operasi cesar…

jam 13.15 proses pengeluaran sang baby, alhamdulillah baby terlahir cantik dan bersih dan dilanjutkan proses penjahitan sampai pukul 13.45. kondisi badan yang menggigil dan gigi yang bergetar membuat tim medis khawatir, ternyata saya keginginan efek dari AC, alhamdulillah proses persalinan lancar.

Buah hatiku kini kunamakan “Muthi’ah Hana Karimah” seorang wanita cantik yang memiliki ahlak yang bagus yang taat kepada Allah dan suaminya

Anak itu peniru yang Unggul

Alhamdulillah saya bisa menulis lagi disini, hari ini ingin sekali berbagi pengalaman dengan para ibu-ibu dan para gadis-gadis untuk mempersiapkan masa depan.

Berawal ikut kegiatan Home Education, saya menjadi bertambah ilmu pengetahuan seputar anak dan cara mendidik anak untuk membuat pola serta membentuk menjadi tuntunan rosul teladan. di Home Education cabang Bogor bersama bunda irene rachim dengan banyak nara sumber seperti ibu septi.

Mendidik anak butuh belajar dan tidak bisa berjalan sendiri bagaikan air mengalir, seorang ibu rumah tangga atau orang tua bahkan anak gadis serta remaja yang belum menikah pun harus belajar mendidik anak karena mereka akan ketemu dengan masa-masa menjadi orang tua. seperti dalam pepatah..Beramal tanpa ilmu

Al kisah ada kejadian atau kisah nyata dalam kehidupan saya, bertetangga merupakan hal yang pasti akan ditemui oleh siapapun, lalu bagaimana jika dimalam hari anda didatangi tamu kecil usia 6 tahun dan itu adalah anak tetangga anda sendiri ? wah…pasti anda akan bertanya kenapa kok dia malam-malam datang kerumah, dan banyak pertanyaan lain karena anak itu datang dengan wajah sedih.

saya ajak masuk anak tersebut dan menceritakan apa yang terjadi, ternyata dia baru saja dimarahi dan di usir keluar rumah oleh mamahnya dikarenakan dia nakal (menggelitiki adiknya sampai jatuh dan kepalanya benjol), heeemm….

lampu serta pintu rumahpun dikunci, duh…jadi sedikit kasian walaupun anak itu terbilang nakal. Akhirnya saya nasehati dan segera memerintahkan dia untuk pulang serta minta maaf ke orang tuanya. tapi apa yang terjadi, setelah sampai dirumah bukan pintu yang dibuka malah omelan yang datang. Begitulah sedikit kisah yang ada.

Bagaimana kita menyikapinya sebagai orang tua, jika sikap kita seperti itu maka anak kelak akan mengikuti jejak kita, dan dia akan menerapkan sistem pendidikan yang dicontohkan oleh orang tua. Bahkan anak akan menjadi nakal, karena merasa dianiaya maka dia akan melampiaskan kekesalannya kepada orang lain, entah temannya atau saudaranya.

Anak itu adalah peniru yang paling baik, tentunya yang pertama kali dia tiru adalah perilaku orang tuanya, jadi hati-hati nih…kita sebagai orang tua, jaga sikap, jaga kehormatan, dan harus mengayomi anak-anak. Kasih sayang dan perhatianlah yang mereka butuhkan.

Siapa yang sidang, siapa yang dek-dekan (edisi Tugas Akhir)

tugas akhirTugas akhir adalah sesuatu yang dinanti dan diinginkan oleh semua mahasiswa, tidak terkecuali mahasiswa saya yang ada di AMIK BSI, tugas akhir dapat didapat atau berhak diikuti jika sudah samapai disemester 6, tidak ada nilai E dan D pada matakuliah, matakuliah unggulan minimal C, dan IPK min 2,76 baru mahasiswa tersebut dapat mengikuti tugas akhir dengan membuat sebuah projek. Baik projek berbasis komputer atau sistem.

Selama proses bimbingan, saya selalu memberikan jadwal atau deadline pengerjaan proyek Tugas Akhir ini, agar dalam menyelesaikannya tepat waktu dan sesuai. Maklum, namanya juga mahasiswa yang baru pertama kali ikut Tugas Akhir jadi belum ada pengalamannya, masih banyak yang belum disiapkan, masih banyak yang harus ditanyakan, bahkan masih banyak yang belum paham.

seiringnya waktu, sampai mereka membuat tugas akhir ada diketemukan titik jenuh dalam pembuatannya, disaat dosen pembimbing meminta lebih dari kemampuan yang mereka miliki. Bagi mahasiswa yang suka tantangan mereka akan menyambut baik dan melaksanakan, tapi bagi mereka yang takut dan gak mau berusaha mereka akan bilang saya menyerah. Sehingga projek yang dibuatpun kurang sempurna menurut pandangan pembimbing. 

Dan kini saatnya mereka ujian sidang, siapa yang sidang siapa yang dek-dekan. Mungkin mereka dek-dekan dengan sidang ujian tugas akhir yang akan mereka laksanakan tapi saya sebagai dosen pembimbing pun, jadi was-was dan dek-dekan khawatir mereka ada kendala dalam ujian. Khawatir di bimbingan lancar tapi saat disidang gugupnya luar biasa. ya mungkin wajar.

Tahapan ini saya hanya menunggu hasilnya dan menunggu respon balik dari mereka, saya berharap mereka LULUS dengan nilai terbaik dan dapat menjadi kebanggaan saya, keluarganya serta bangsa ini.

Selamat Menempuh UJian Sidang Tugas Akhir ya.