Sentuh Mereka Dengan Hati

mahasiswaKemarin tepatnya hari Senin, 14 Maret 2016 adalah hari pertama masuk perkuliahan di AMIK BSI.

13.45 adalah waktunya tidur siang, karena jadwal jam seperti ini adalah waktu-waktu yang sangat riskan, masuklah saya dan beberapa mahasiswa. ada yang aneh saat saya pertama kali melihat, kenapa mahasiswa ini begitu cuek, begitu bebas (atitude sedikit kurang), saat itu yang ada dibenak saya adalah bagaimana saya merubah mereka, bagaimana biar saya bisa nyaman mengajar mereka dan bagaimana biar kelas ini jadi kelas idaman dan banyak fikiran-fikiran yang ada dikepala untuk kelas ini, sejenak saya terdiam sambil memperhatikan tingkah laku mereka, saya pelajari karakter mereka, saya diamkan 15 menit sampai saya bisa berkata “ya”.

Dan akhirnya sayapun mulai menarik nafas dan bissmillah, seperti agenda-agenda saya terlebih dahulu yaitu sebelum memulai sebuah materi saya biasakan untuk berkenalan dengan mahasiswa, memberitahukan maksud dan tujuan matakuliah yang akan saya sampaikan, dan apa keuntungannya. Sampai akhirnya saya memasukan motivasi dan memasukan semangat dari sugesti yang akan mereka ciptakan, karena sugesti dari merekalah yang menentukan kelas mereka termasuk kelas seperti apa.

Saya katakan, jika anda bersugesti bahwa kelas anda adalah kelas buntut, atau kelas orang-orang pilihan (ipk rendah, kelas buangan) maka akan terciptalah kesan sesuai sugesti anda. dan sayapun memulai mencuci otak mahasiswa, bahwa semua orang itu pada dasarnya pintar, pada dasarnya baik tapi tergantung bagaimana sugesti yang mereka tanamkan dalam diri mereka.

Setelah selesai saya memberikan arahan, diskusi dan motivasi ternyata mereka butuh penyenggah, mereka butuh dosen yang mengerti kondisi mereka, dan mereka butuh bantuan untuk membangkitkan semangat mereka. Dan mulai dari situlah saya banyak belajar tentang mereka, mahasiswa bandel, mahasiswa selengean, mahasiswa kurang sopan ternyata dapat kita luruskan dan dapat kita bentuk menjadi baik yaitu dengan menyentuh hati mereka, dekati mereka dengan hati karena mendekati dengan hati sangatlah mudah, sangatlah membantu dosen untuk bisa mengarahkan mahasiswa.

Dosen adalah orang tua mahasiswa di kampus, yang ucapannya adalah doa, tingkah lakunya adalah contoh untuk mahasiswa. Mahasiswa adalah anak didik kita yang selalu mendoakan kita. Doa dari mahasiswa tergantung dari perlakuan dosen itu sendiri. Jadi anggaplah mahasiswa adalah anak sendiri dan sentuhlah mereka dengan hati.

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s