Menikmati Hujan

Tak teraGambarsa perjalanan waktu cepat sekali, waktu menunjukan pukul 15.30, saatnya pulang kerumah. Harus on time untuk dapet kereta jam 15.40, langkah kaki yang semangat dan cepat yang saya butuhkan untuk mencapai stasiun bogor.

Sampailah di stasiun bogor 15.37, wah 3 menit lagi kereta berangkat, beli karcis dan berlari menuju peron 1 arah jakarta dengan kereta ekonomi yang banyak fansnya. Maklumlah kereta ekonomi adalah dambaan seluruh warga sekitar bogor untuk berpergian karena biaya murah cuma 1500(bogor-bojonggede).

Lompat dari peron ke peron yang lainnya, panjat kereta commuterline yang menghalangi jalan, sehingga sampai juga di kereta ekonomi peron 1. Pegel dan lemes ngejar-ngejar kereta…tapi kenapa ya..banyak yang minat juga..(termasuk saya), karena ada test tersendiri saat menikmati perjalanan pulang dengan kereta. Sebelumnya saya tinggal di Bekasi-Jakarta, pulang pergi kerja menggunakan motor ya..sesekali saya menggunakan mobil dengan supir (mobil angkot maksudnya) jadi tidak berasa cape..pegel dan harus lari-lari. Baru pertengahan september ini saya pindah ke bojonggede, bogor dan merasakan pengalaman yang luar biasa dalam perjalanan kerja, menggunakan kereta api..tut..tut..tutttttt…

Sampai juga di stasiun bojonggede, inginnya berjalan santai tapi melihat langit yang mulai tidak bersahabat sepertinya ia ingin nangis dan meluapkan air matanya. cepat-cepat jalan menuju angkot D.05 sampai gang paseban, tapi ditengah jalan berubah pikiran untuk berhenti di gerang vila asia (rencana mau jalan kaki sampai perumahan Greenery Permai). akirnya ” kiri bang..vila asia..” pas angkot berhenti karena ada kereta yang lewat.

wah..rupa-rupanya langit mulai bersedih dengan meneteskan airnya sedikit demi sedikit, padahal perjalanan masih panjanggg….ku cepatkan langkahku..hingga 1 meter perlangkah(lebay). ditengah jalan ada niatan untuk berteduh..tapi lagi-lagi pikiran yang menang…tanggung klo berhenti nanti malah kesorean atau kemaleman. Byurrrrr….hujan turun deras dan tak mampu aku menahannya, basah kuyup baju,jilbab dan sepatu, tak ada orang yang melihat karena perjalanan sepi orang,,tak apalah baru hari ini saya main hujan-hujanan lagi setelah lama tak bermain dengan hujan.

“Hore…hore..” teriak anak-anak yang bermain bola dilapangan tanah..wah klo hujan begini belok sekaliiiii…dan hasilnya sepatu yang ku kenakan penuh tanah..brbrbrbrbrrrrr..dingin juga.

“Assalamu’alaikum..” sapa aku di depan rumah, sikecil langsung lari dan bilang ” Acah..acah..acah…”(maksudnya basah-basah-basah). “Syamil mau main hujan-hujanan sama ummi ga/..yukk…” aku ajak dia main hujan-hujanan di depan rumah..“ha..ha..ha….udan..udan..maa..maa”( maksudnya dia seneng main hujan-hujanan sama ummi).

akhirnya basah kuyup berduaan…“ha..ha..ha..” ketawa lepas ummi dan Syamil bermain hujanan..“haduh..udah habis mandi syamilnya, kenapa ga telp untuk dijemput “(neneknya komentar didalem rumah) ummi sama syamil asik aja main hujanan….

“Adek enak ga main hujanan ? “ sambil ku mandikan si kecil yang basah kuyup kena hujan. “eenak..udan..udan..”(enak katanya hujan-hujanan)…“nanti klo main hujanan lagi klo ada ummi aja ya..klo ga ada ummi jangan” (khawatir ga ada yang jagain).

Akhirnya lelah yang kualami berubah menjadi sebuah kenikmatan karena bermain hujan-hujanan dengan Muhammad Fatih AsSyamil…Hilang deh rasa cape dalam perjalanannya.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s